Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Bisnis Ampuh Menghadapi Tantangan Tahun 2024

Daftar Isi [Tampil]

 

Strategi Bisnis Ampuh Menghadapi Tantangan Tahun 2024

Tahun 2024 menghadirkan serangkaian tantangan unik bagi dunia bisnis, mulai dari perubahan pasar yang dinamis hingga perkembangan teknologi yang pesat. Dalam menghadapi ketidakpastian ini, perusahaan perlu mengadopsi strategi bisnis yang tidak hanya adaptif tetapi juga inovatif. Artikel ini akan membahas berbagai strategi bisnis ampuh yang dapat membantu bisnis Anda bertahan dan berkembang di tengah lingkungan yang terus berubah. Dengan memahami tren terbaru, mengoptimalkan sumber daya, dan memanfaatkan teknologi terkini, Anda dapat mempersiapkan business management Anda untuk menghadapi tantangan 2024 dengan percaya diri dan kesuksesan.

Baca lebih lengkap penjelasannya di bawah ini!

Perkembangan Pesat Teknologi AI

Seiring dengan perkembangan AI, timbul pula kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap dunia kerja. Menurut laporan terbaru dari Goldman Sachs yang berjudul "The Potentially Large Effects of Artificial Intelligence on Economic Growth," diperkirakan AI akan berdampak pada 300 juta pekerjaan di seluruh dunia dan ekosistem bisnis global. Bisnis harus bisa beradaptasi dengan AI karena kemampuannya untuk mengubah dan mengoptimalkan hampir setiap aspek operasi bisnis.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh bisnis dalam merumuskan strategi bisnis di jaman AI:

1.     Mengidentifikasi dan memilih solusi AI yang tepat untuk bisnis

Bisnis perlu melakukan analisis dan penilaian terhadap berbagai solusi AI yang tersedia di pasaran, baik yang bersifat umum maupun khusus, dan memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan, kapabilitas, dan anggaran bisnis.

2.     Mengintegrasikan dan mengimplementasikan solusi AI dalam strategi bisnis

Bisnis perlu melakukan integrasi dan implementasi solusi AI yang dipilih dengan cara yang efektif dan efisien, memperhatikan aspek teknologi, infrastruktur, data, keamanan, dan kualitas.

3.     Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi SDM

Bisnis perlu mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan AI, baik yang bersifat teknis maupun non-teknis. Pelatihan, pembelajaran, dan pengembangan berkelanjutan bagi karyawan, manajer, dan pemimpin bisnis sangat penting agar mereka dapat memahami, mengelola, dan berkolaborasi dengan AI secara efektif dan etis.

Generasi Kutu Loncat

Karyawan milenial maupun Gen Z terkenal senang berpindah-pindah kerja, dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dalam periode singkat. Bahkan, ada yang bisa bekerja di perusahaan hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Dengan menjadi “kutu loncat”, mereka jadi memiliki banyak pengalaman dan skill yang lebih baik dibandingkan karyawan generasi X atau baby boomers yang lebih memilih kemapanan karier di perusahaan yang sama, bahkan sampai pensiun.

Hal tersebut sebenarnya bersumber dari kekhawatiran tentang masalah biaya hidup. Dipengaruhi oleh situasi ekonomi, termasuk inflasi tinggi yang membuat mereka merasa tidak aman secara finansial. Hampir setengah Gen Z (46%) dan milenial (47%) hidup dari gaji ke gaji, dan terus merasa khawatir tidak akan mampu menutup pengeluaran mereka setiap bulannya. Untuk meningkatkan employee retention pada generasi milenial dan Gen Z adalah dengan menyediakan benefit finansial.

Benefit finansial bukan hanya sekadar gaji, melainkan benefit yang membantu menyejahterakan karyawan dan keluarganya. Benefit finansial dapat diberikan dalam berbagai bentuk seperti asuransi, reimbursement pengobatan, dana pensiun, kasbon, hingga pinjaman karyawan. Dengan dukungan finansial, karyawan dapat memenuhi kebutuhannya dan menjadi lebih sejahtera, sehingga kinerja mereka pun akan meningkat dan loyalitas pun akan ikut naik juga.

Prediksi Resesi Global

Ketidakstabilan geopolitik global memunculkan beberapa kekhawatiran salah satunya potensi resesi global. Resesi atau perlambatan ekonomi tentunya mempengaruhi daya beli masyarakat, sehingga mendorong mereka lebih selektif dalam pengeluaran dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan. Lalu, bagaimana nasib para pelaku bisnis di tengah situasi ini? Berikut adalah beberapa strategi bisnis yang dapat dilakukan:

1.     Manfaatkan peluang inovasi dengan riset pasar

Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi lebih selektif terhadap pengeluaran, pelaku bisnis perlu mengeksplorasi peluang inovasi dan terus beradaptasi dengan kebutuhan dan minat masyarakat melalui riset pasar. Riset pasar membantu bisnis memahami produk dan tren yang tengah berkembang, ketertarikan calon pelanggan, dan harga yang bersedia mereka bayar.

2.     Diversifikasi pemasok (supplier)

Pasokan barang dan bahan baku mungkin terpengaruh oleh melemahnya daya beli masyarakat, yang dapat menyebabkan kenaikan biaya bahan baku. Oleh karena itu, pelaku bisnis harus melakukan diversifikasi pemasok atau memiliki lebih dari satu pemasok agar produktivitas produksi tidak terganggu oleh ketersediaan bahan baku yang terpengaruh kenaikan harga tersebut.

3.     Efisiensi anggaran dengan memastikan strategi bisnis tepat sasaran

Banyak strategi bisnis yang mengalihkan strategi pemasaran ke ranah digital karena jangkauannya yang luas, kreativitas yang lebih besar, dan biaya yang lebih terjangkau.

4.     Siapkan dana darurat

Selain keuangan pribadi, bisnis juga perlu mempersiapkan dana darurat untuk menghadapi resesi. Dana darurat membantu bisnis bertahan dengan menstabilkan biaya operasional, membayar gaji karyawan, dan angsuran cicilan.

Dengan langkah-langkah ini, bisnis dapat mempertahankan daya saing dan keberlanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi tahun 2024. Menghadapi resesi dengan kesiapan yang matang dan strategi yang tepat tidak hanya membantu bisnis bertahan, tetapi juga membuka peluang untuk tumbuh lebih kuat di masa depan. (bisnisan.id)

 

Posting Komentar untuk "Strategi Bisnis Ampuh Menghadapi Tantangan Tahun 2024"