Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

Daftar Isi [Tampil]

 

Pengertian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

Halo Sobat Bisnis, kali ini kita akan membahas tentang pengertian manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Kita mulai dari bahasan apa itu kantor dan kemudian bagaimana definisi manajemen perkantoran setelah itu mengurai apa itu layanan bisnis. Simak baik baik ya..

 

Pengertian Kantor

Kantor menurut etimologi bahasa Inggris “Office” berarti tempat untuk memberikan pelayanan, ruang tempat bekerja ataupun posisi. Dalam bahasa Belanda kantor berasal dari kata “Kantoor” yang berarti ruangan tempat bekerja, tempat instansi dan lain-lain. Dari pengertian tersebut kantor dapat diartikan secara dinamis dan secara statis.

Pengertian kantor secara statis menurut Rasto (2015), merupakan tempat kerja, ruang kerja, biro, markas, instansi, badan, perusahaan maupun tempat untuk menyelenggarakan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan serta pendistribusian data/ informasi. Dari pengertian tersebut berarti kantor diartikan secara statis.

Pengertian kantor secara dinamis yakni proses-proses dalam penyelenggaraan kegiatan seperti seperti pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan maupun pendistribusian data. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa arti kantor secara fisik merupakan bangunan, ruang atau tempat kerja, sedangkan secara dinamis diartikan sebagai proses kegiatan yang dilakukan di dalam ruang, tempat kerja.

Dalam pengertian kantor secara dinamis inilah, maka manajemen merupakan hal penting untuk mengarahkan, menggerakkan dan mengendalikan setiap unsur dalam sebuah kantor tersebut. Tugas manajemen adalah menetapkan tujuan organisasi dan berupaya untuk mencapainya. Dengan demikian sebuah organisasi harus memahami tujuan yang jelas dan membuat sebuah sistem untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif.

 

Perbedaan Pengertian Kantor Secara Statis dan Dinamis

Pengertian kantor secara statis dan dinamis merujuk pada dua cara berbeda dalam memahami konsep kantor dalam konteks bisnis dan organisasi. Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan antara kantor secara statis dan dinamis:

  1. Kantor Statis:
    • Kantor statis mengacu pada konsep tradisional tentang kantor. Ini adalah jenis kantor yang memiliki lokasi fisik yang tetap dan terdefinisi dengan baik di suatu tempat.
    • Biasanya, kantor statis memiliki infrastruktur fisik yang khusus, seperti gedung perkantoran, ruang kerja, meja dan kursi yang tetap, serta peralatan kantor konvensional seperti komputer, printer, dan telepon.
    • Komunikasi dalam kantor statis cenderung terjadi secara langsung, melibatkan pertemuan tatap muka, percakapan di koridor, dan pertemuan di ruang rapat fisik.
    • Model kerja dari kantor statis adalah kehadiran fisik yang diperlukan, yang berarti bahwa pekerja harus hadir di lokasi kantor pada jam kerja yang ditentukan.
  2. Kantor Dinamis:
    • Kantor dinamis adalah konsep yang lebih modern dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan tren bisnis. Ini mencerminkan cara kerja yang lebih fleksibel dan dapat diakses dari berbagai lokasi.
    • Dalam kantor dinamis, pekerja sering memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari berbagai tempat, termasuk dari rumah (kerja jarak jauh), kafe, pusat kerja bersama, atau bahkan saat bepergian.
    • Teknologi informasi, khususnya internet dan perangkat mobile, memainkan peran kunci dalam mendukung kantor dinamis, memungkinkan akses ke sistem dan data perusahaan dari mana saja.
    • Komunikasi dalam kantor dinamis sering menggunakan alat seperti email, video konferensi, chat online, dan alat kolaborasi berbasis cloud.
    • Model kerja dalam kantor dinamis sering kali menekankan hasil kerja daripada kehadiran fisik, yang memungkinkan fleksibilitas bagi pekerja untuk mengatur waktu kerja mereka sendiri.

Dalam era digital dan globalisasi, banyak organisasi mulai beralih dari kantor statis ke model kantor dinamis untuk meningkatkan produktivitas, fleksibilitas, dan efisiensi. Namun, ada juga situasi di mana kantor statis masih relevan, terutama dalam bisnis atau industri tertentu di mana kehadiran fisik atau infrastruktur khusus sangat penting.

 

Pengertian Manajemen Perkantoran

Mari kita lanjutkan dengan membahas bagaimana pengertian manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Pengertian manajemen perkantoran sangat bervariasi. Menurut beberapa ahli, pengertian manajemen perkantoran dapat diuraikan berikut ini.

Pengertian manajemen perkantoran menurut Rao (2000) adalah perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian dokumen oleh administrator dalam suatu organisasi. Gambaran secara utuh suatu organisasi dapat dilihat dalam struktur organisasi.

Wyle and Brecht dalam Rasto (2015) mengartikan bahwa manajemen perkantoran merupakan pemanfaatan dan pengendalian manusia, metode, mesin, dan material untuk mencapai hasil terbaik, kualitas tinggi, upaya terbaik, waktu tersingkat, cara yang paling praktis dan dapat diterima oleh manajemen puncak.

Eyre dalam Rasto (2015) mendefinisikan bahwa manajemen kantor berkaitan dengan penyediaan layanan komunikasi, informasi, dan pengamanan aset.

Betts dalam Rasto (2015) menyebutkan pengertian manajemen perkantoran untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan fungsi kantor dalam menyediakan informasi yang tepat dan jaringan komunikasi untuk semua bidang dalam organisasi.

Dari berbagai pendapat tentang pengertian manajemen perkantoran dapat disimpulkan bahwa manajemen perkantoran didefinisikan sebagai proses merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi aktivitas kantor dalam mewujudkan kantor sebagai penyedia layanan informasi dan komunikasi untuk membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pemahaman terhadap aktivitas kantor dalam hal ini merujuk pada peranan atau fungsi kantor yang terdiri dari fungsi utama dan fungsi pendukung.

Oleh karena fungsi kantor sebagai penyedia layanan informasi dan komunikasi, maka dalam penyelenggaraannya harus ditopang oleh tiga hal, meliputi:

a.      manajemen informasi yang berkualitas;

b.      sistem komunikasi yang efektif; dan

c.      teknologi informasi dan komunikasi yang relevan.

Tiga hal di atas yang merupakan pusat kajian utama dari manajemen perkantoran adalah informasi.

 

Pengertian Layanan Bisnis

Pelanggan merupakan faktor utama dalam layanan bisnis, sehingga dalam bentuk apa pun layanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting baik untuk skala kecil maupun besar. Pengertian Layanan menurut Suparlan dalam Rexy (2019) adalah pemberian pertolongan atau bantuan pada orang lain, baik berupa materi maupun non materi supaya orang tersebut dapat mengatasi masalahnya sendiri.

Menurut Barata (2003), pelayanan akan terbentuk karena ada suatu proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayani.

Pengertian pelayanan menurut Moenir dalam Rexy (2019), pelayanan merupakan suratu proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung. Pelayanan yang diberikan menyangkut segala usaha yang dilakukan seseorang dalam rangka untuk mencapai tujuan guna memperoleh kepuasan di dalam hal pemenuhan kebutuhan.

Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan bisnis merupakan proses pemberian layanan kepada pelanggan/ konsumen, baik yang bersifat materi maupun non-materi untuk pemenuhan kepuasan pelanggan.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa pengertian manajemen perkantoran dan layanan bisnis adalah penerapan fungsi manajemen dalam proses pemberian layanan kepada pelanggan/kolega untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.

 

Jenis Jenis Layanan Bisnis

Layanan pelanggan dalam penerapannya memiliki beberapa jenis. Setidaknya ada lima jenis layanan pelanggan yang dijelaskan sebagai berikut.

a. Layanan pelanggan berjalan

Jenis layanan berjalan merupakan pelayanan terhadap pelanggan yang dilakukan dengan cara bertemu langsung secara fisik dengan pelanggan. Pelanggan harus datang ke kantor layanan pelanggan dan menyampaikan keluhannya atau kebutuhannya. Kadang terjadi antrean panjang untuk mendapatkan layanan. Jenis layanan ini cukup menyita waktu.

b. Layanan pelanggan melalui email dan telepon

Perkembangan bisnis sekarang ini sudah masuk dalam era digitalisasi. Untuk menghemat biaya dan menerapkan layanan pelanggan virtual, tren yang sekarang ini digunakan untuk layanan pelanggan adalah dengan menggunakan layanan call service dan email untuk memudahkan penyampaian keluhan. Seperti contoh layanan pelanggan PLN, Telkom dan layanan pembelian online.

c. Layanan pelanggan melalui livechat

Livechat merupakan jenis layanan yang secara langsung dapat dilakukan berupa obrolan yang telah dipersonalisasi antara pelanggan dan departemen layanan.

Livechat bisa membuat percakapan dan keterlibatan secara langsung atau real-time. Pelanggan dengan zona waktu berbeda tidak perlu menunggu jam kerja untuk menyampaikan keluhan, sebab livechat menawarkan aksesibilitas sepanjang waktu. Tools livechat cukup modern dan lebih akurat karena memiliki kemampuan dalam memahami konteks pelanggan, baik melalui audio ataupun visual.

Keunggulan livechat dalam bisnis adalah:

1)     Bisnis akan selalu bergerak secara online.

2)     Dapat menjaga kedekatan dengan pelanggan setiap saat.

3)     Biaya akan lebih hemat.

4)     Tren layanan akan terlihat lebih berkelas.

d. Layanan self-service

Jasa layanan mandiri merupakan departemen layanan pelanggan yang memberikan pelayanan lebih instan, ramah dan akurat, pelanggan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Keunggulan dari jenis layanan seperti ini dilihat dari pelanggan adalah solusi terhadap masalah yang dihadapi pelanggan dapat ditentukan oleh pelanggan itu sendiri.

Jenis layanan seperti ini dapat diperoleh pada kanal chatbots, FAQ, artikel berbasis pengetahuan, panduan produk, tutorial video dan sebagainya. Jenis layanan ini cocok digunakan perusahaan yang mendapatkan permintaan yang bersifat umum seperti refund, reture produk, atau invoice.

e. Layanan pelanggan melalui komunitas dan forum

Komunitas dan forum adalah kanal layanan pelanggan yang dibangun oleh pengguna jasa layanan/produk. Untuk penggunaan layanan ini sebuah bisnis/usaha harus mampu menciptakan pengikut dan komunitas yang lebih besar berdasarkan brand yang mereka miliki. Kecepatan respon terhadap layanan pelanggan terkadang arbitrer atau tergantung pada keaktifan anggotanya.

 

Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan mengenai pengertian manajemen perkantoran dan layanan bisnis. Semoga bermanfaat (bisnisan.id).

Posting Komentar untuk "Pengertian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis"