Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Berdagang Ala Rosulullah, Halal dan Berkah

Daftar Isi [Tampil]

 

Cara Berdagang Ala Rosulullah

Cara Berdagang Ala Rosulullah, Halal dan Berkah - Rintangan dalam dunia dagang itu memang layaknya ombak yang sekeras batu karang. Rasanya membuat kita tergoncang, terombang-ambing dan membuat kita putus asa. Apalagi diperparah dengan kondisi Pandemi yang semuanya jadi serba sulit seperti ini. Ekonomi mengalami penurunan karena berbagai faktor.

 

Tapi ini semua harus disikapi secara Arif. Bisa jadi ini adalah ujian Allah yang mempunyai hikmah tersendiri untuk kita. Meski sulit, berdagang di era Pandemi ini harus diusahakan dengan cara yang halal dan berkah. Nah untuk cara terbaik berdagang kita bisa meniru cara Nabi Muhammad Saw.

 

Berikut ini Cara Berdagang Ala Rosulullah, Halal dan Berkah:

 

Biasakan Jujur

 

Nabi Muhammad memiliki sifat Arif berupa kejujuran, bahkan beliau diberikan julukan orang terjujur dikota Mekkah. Nabi Muhammad Juga menerapkan kejujuran saat berdagang. Seperti dalam menjelaskan suatu barang, Rosul selalu menunjukkan kelebihan dan kekurangan barangnya dengan jelas tanpa ditutup-tutupi.

 

Kejujuran Nabi Muhammad juga terlihat saat menimbang barang. Tidak pernah sekalipun Rosulullah mengurangi timbangan. Hal ini bisa kita terapkan, Rosulullah mengajarkan kita berdagang buka semata-mata meraih keuntungan saja, tapi juga mengajari kita jadi pedagang yang jujur.

 

Menjual barang berkualitas bagus

 

Dalam berdagang, Nabi Muhammad selalu memperhatikan kualitas dagangannya. Beliau ingin memuaskannya para pembeli dengan barang-barang yang sudah teruji mutunya.

 

Dalam sebuah hadist Rosulullah pernah bersabda:

 

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan.

 

Ini adalah perintah Rosulullah agar kita senantiasa menjual barang-barang yang bagus dan menjelaskan barang dengan terbuka, bahkan jika barang memiliki kekurangan penjual harus mengatakannya.

 

Menyediakan produk dengan kualitas terbaik tentu akan membuat pelanggan puas dan meningkatkan perkembangan dagang kita.

 

Mengambil untung sewajarnya

 

Tujuan berdagang memang untuk mendapatkan untung, memperoleh uang yang banyak untuk meningkatkan taraf hidup. Tapi dalam Islam kita juga harus memperhatikan cara memperoleh Keuntungannya, tidak boleh mengambil untung secara tidak wajar. Misalnya membuat harga yang terlalu tinggi daripada biaya produksi, barang yang sudah rusak tapi dibilang masih bagus dan hal sejenisnya.

 

Keuntungan yang didapat dengan cara demikian tidak akan menimbulkan berkah walaupun mendapatkan harta yang besar. Nanti semua harta yang kita miliki akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat. Rosulullah menekankan agar umatnya Berkualitas dengan cara yang baik, termasuk saat mengambil untung.

 

Rosulullah Punya Strategi Dagang Khusus

 

Salah satu kunci yang paling pengaruh atas keberhasilan dagang Nabi Muhammad adalah Caranya berstrategi. Beliau menyediakan barang untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan. Baik kalangan ekonomi bawah sampai ekonomis atas, sehingga apa yang beliau jual bisa laris.

 

Beliau juga membangun relasi dengan orang disekitarnya, tentu hal ini akan membuat usaha dagang Rosulullah semakin berkembang.

Demikianlah Cara Berdagang Ala Rosulullah, Halal dan Berkah. Semoga bermanfaat dan sukses selalu dalam berbisnis (bisnisan.id).

 

Posting Komentar untuk "Cara Berdagang Ala Rosulullah, Halal dan Berkah"

Berlangganan via Email